039 - سورة الزمر (Rombongan-rombongan)


Qari: Mishary Rasheed Al-Efasy

Klik untuk dengar bacaan lain.

Abdelbari Al-Toubayti
Abdul Aziz Al-Ahmad
Abdulbari Mohammad
Abdulbasit Abdulsamad (Hafs A'n Assem)
Abdulbasit Abdulsamad (Mojawwad)
Abdulbasit Abdulsamad (Warsh An Nafi)
Abdullah Al-Johany
Abdullah Basfer
Abdullah Khayyat
Abdulmohsin Al-Qasim
Abdulmohsin Al-Obaikan
Abdulrahman Alsudaes
Abdulrasheed Soufi (Assosi An Abi Amr)
Abdulrasheed Soufi (Hamzah An Khalaf)
Abdulwadood Haneef
Abu Bakr Al Shatri
Adel Al-Khalbany
Adel Ryyan
Ahmad Al-Ajmy
Ahmad Al-Hawashi
Ahmad Nauina
Ahmed Saber
Akram Alalaqmi
Al-Qaria Yassen
Alashri Omran
Ali Alhuthaifi (Qalon An Nafia)
Ali Alhuthaifi (Hafs A'n Assem)
Ali Hajjaj Alsouasi
Ali Jaber
Aloyoon Al-Koshi (Warsh)
Alzain Mohammad Ahmad
Emad Hafez
Fares Abbad
Hani Arrifai
Ibrahim Al-Akdar
Ibrahim Aldosari
Jamaan Alosaimi
Jamal Shaker Abdullah
Khaled Al-Qahtani
Khalid Abdulkafi
Khalid Almohana
Khalifa Altunaiji
Maher Al-Meaqli
Maher Shakhashero
Mahmood Al rifai
Mahmood AlSheimy
Mahmoud Ali Albanna (Hafs A'n Assem)
Mahmoud Ali Albanna (Mjawwad)
Mahmoud Khalil Al-Hussary (Hafs A'n Assem)
Mahmmoud Khalil Al-Husary (Mjawwad)
Mahmmoud Khalil Al-Husary (Warsh)
Mishary Rashed Al-Efasy
Mohammad Abdullkarem
Mohammad Al-Abdullah (Al-Dorai Kisaai)
Mohammad Al-Abdullah (Al-Bizi n Qunbol)
Mohammad Al-Tablaway
Mohammad Saleh Alim Shah
Mohammed Al-Lohaidan
Mohammad Ayyub
Mohammed Siddiq Al-Minshawi (Mojawwad)
Mohammed Siddiq Al-Minshawi (Hafs A'n Assem)
Mousa Bilal
Muftah Alsaltany (AlDorai A'n Al-Kisa'ai)
Muftah Alsaltany (Aldori A'n Abi Amr)
Mustafa Al-Lahoni
Mustafa Ismail
Mustafa Raad Al-Azawi
Mohammad Jibreel
Nabil Ar-Rifa
Omar Al-Qazabri (Warsh)
Saad Al-Ghamdi
Saber Abdulhakm
Sahl Yassin
Salah Albudair
Salah Alhashim
Saud Al-Shuraim
Sayeed Ramadan
Shirazad Taher
Salah Bukhatir
Tawfeeq As-Sayegh
Waleed Alnaihi
Yahya Hawwa
Yasser Al-Mazroyee
Yasser Al-Qurashi
Yousef Alshoaey
Zaki Daghistani

Sembunyikan semula


1 . Tanzīlu Al-Kitābi Mina Allāhi Al-`Azīzi Al-Ĥakīmi.  

Turunnya Kitab Al-Quran ini dari Allah, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.  

2 . 'Innā 'Anzalnā 'Ilayka Al-Kitāba Bil-Ĥaqqi Fā`bud Allāha Mukhlişāan Lahu Ad-Dīna.  

Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran ini kepadamu (wahai Muhammad) dengan membawa kebenaran; oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat dan bawaanmu kepadaNya.  

3 . 'Alā Lillāhi Ad-Dīnu Al-Khālişu Wa Al-Ladhīna Attakhadhū Min Dūnihi 'Awliyā'a Mā Na`buduhum 'Illā Liyuqarribūnā 'Ilaá Allāhi Zulfaá 'Inna Allāha Yaĥkumu Baynahum Fī Mā Hum Fīhi Yakhtalifūna 'Inna Allāha Lā Yahdī Man Huwa Kādhibun Kaffārun.  

Ingatlah! (Hak yang wajib dipersembahkan) kepada Allah ialah segala ibadat dan bawaan yang suci bersih (dari segala rupa syirik). Dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung dan penolong (sambil berkata): "Kami tidak menyembah atau memujanya melainkan supaya mereka mendampingkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya", - sesungguhnya Allah akan menghukum di antara mereka (dengan orang-orang yang tidak melakukan syirik) tentang apa yang mereka berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan yang bukan-bukan), lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik).  

4 . Law 'Arāda Allāhu 'An Yattakhidha Waladāan Lāşţafaá Mimmā Yakhluqu Mā Yashā'u Subĥānahu Huwa Allāhu Al-Wāĥidu Al-Qahhāru.  

Kalaulah Allah hendak mempunyai anak, tentulah Ia memilih mana-mana yang dikehendakiNya dari makhluk-makhluk yang diciptakanNya; Maha Sucilah Ia (dari menghendaki yang demikian). Dia lah Allah, Yang Maha Esa, lagi Yang Mengatasi kekuasaanNya segala-galanya.  

5 . Khalaqa As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Bil-Ĥaqqi Yukawwiru Al-Layla `Alaá An-Nahāri Wa Yukawwiru An-Nahāra `Alaá Al-Layli Wa Sakhkhara Ash-Shamsa Wa Al-Qamara Kullun Yajrī Li'jalin Musamman 'Alā Huwa Al-`Azīzu Al-Ghaffāru.  

Ia menciptakan langit dan bumi dengan ada faedah dan gunanya yang sebenar; Ia pula menjadikan malam melingkari siang (dengan gelapnya), dan menjadikan siang melingkari malam (dengan cahayanya); dan Ia menjadikan matahari dan bulan beredar menurut perintahnya, - tiap-tiap satu dari keduanya, beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Ingatlah! Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Yang sentiasa Mengampuni.  

6 . Khalaqakum Min Nafsin Wāĥidatin Thumma Ja`ala Minhā Zawjahā Wa 'Anzala Lakum Mina Al-'An`ām Thamāniyata 'Azwājin Yakhluqukum Fī Buţūni 'Ummahātikum Khalqāan Min Ba`di Khalqin Fī Žulumātin Thalāthin Dhalikumu Allāhu Rabbukum Lahu Al-Mulku Lā 'Ilāha 'Illā Huwa Fa'annaá Tuşrafūna.  

Ia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), kemudian Ia menjadikan daripadanya - isterinya (Hawa); dan Ia mengadakan untuk kamu binatang-binatang ternak delapan ekor: (empat) pasangan (jantan dan betina). Ia menciptakan kamu dalam kandungan ibu kamu (berperingkat-peringkat) dari satu kejadian ke satu kejadian. Dalam tiga suasana yang gelap-gelita. Yang demikian (kekuasaanNya) ialah Allah Tuhan kamu; bagiNyalah kekuasaan yang mutlak; tiada Tuhan melainkan Dia; oleh itu bagaimana kamu dapat dipesongkan (dari mematuhi perintahNya)?  

7 . 'In Takfurū Fa'inna Allāha Ghanīyun `Ankum Wa Lā Yarđaá Li`ibādihi Al-Kufra Wa 'In Tashkurū Yarđahu Lakum Wa Lā Taziru Wāziratun Wizra 'Ukhraá Thumma 'Ilaá Rabbikum Marji`ukum Fayunabbi'ukum Bimā Kuntum Ta`malūna 'Innahu `Alīmun Bidhāti Aş-Şudūri.  

Kalaulah kamu kufur ingkar (tidak bersyukur) akan nikmat-nikmatNya itu, maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah tidak berhajatkan (iman dan kesyukuran) kamu (untuk kesempurnaanNya); dan Ia tidak redakan hamba-hambaNya berkeadaan kufur; dan jika kamu bersyukur, Ia meredainya menjadi sifat dan amalan kamu. Dan (ingatlah) seseorang yang memikul tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja). Kemudian kepada Tuhan kamulah tempat kembalinya kamu, maka Ia akan memberitahu kepada kamu tentang apa yang kamu telah kerjakan. Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.  

8 . Wa 'Idhā Massa Al-'Insāna Đurrun Da`ā Rabbahu Munībāan 'Ilayhi Thumma 'Idhā Khawwalahu Ni`matan Minhu Nasiya Mā Kāna Yad`ū 'Ilayhi Min Qablu Wa Ja`ala Lillāhi 'Andādāan Liyuđilla `An Sabīlihi Qul Tamatta` Bikufrika Qalīlāan 'Innaka Min 'Aşĥābi An-Nāri.  

Dan apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Tuhannya dengan keadaan rujuk kembali bertaubat kepadaNya; kemudian apabila Allah memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) daripadaNya, lupalah ia akan segala bahaya yang menyebabkannya merayu kepada Allah sebelum itu dan ia pula menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, untuk menyesatkan dirinya (dan orang lain) dari jalan Allah. Katakanlah (kepadanya): "Bersenang-senanglah engkau dengan kekufuranmu itu bagi sementara, sesungguhnya engkau dari penduduk neraka.  

9 . 'Amman Huwa Qānitun 'Ānā'a Al-Layli Sājidāan Wa Qā'imāan Yaĥdharu Al-'Ākhirata Wa Yarjū Raĥmata Rabbihi Qul Hal Yastawī Al-Ladhīna Ya`lamūna Wa Al-Ladhīna Lā Ya`lamūna 'Innamā Yatadhakkaru 'Ūlū Al-'Albābi.  

"(Engkaukah yang lebih baik) atau orang yang taat mengerjakan ibadat pada waktu malam dengan sujud dan berdiri sambil takutkan (azab) hari akhirat serta mengharapkan rahmat Tuhannya? "Katakanlah lagi (kepadanya): "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna.  

10 . Qul Yā `Ibādi Al-Ladhīna 'Āmanū Attaqū Rabbakum Lilladhīna 'Aĥsanū Fī Hadhihi Ad-Dunyā Ĥasanatun Wa 'Arđu Allāhi Wāsi`atun 'Innamā Yuwaffaá Aş-Şābirūna 'Ajrahum Bighayri Ĥisābin.  

Katakanlah (wahai Muhammad, akan firmanKu ini, kepada orang-orang yang berakal sempurna itu): "Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Bertaqwalah kepada Tuhan kamu. (Ingatlah) orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan beroleh kebaikan (yang sebenar di akhirat). dan (ingatlah) bumi Allah ini luas (untuk berhijrah sekiranya kamu ditindas). Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira".  

11 . Qul 'Innī 'Umirtu 'An 'A`buda Allāha Mukhlişāan Lahu Ad-Dīna.  

Katakanlah lagi (wahai Muhammad): "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepadaNya;  

12 . Wa 'Umirtu Li'n 'Akūna 'Awwala Al-Muslimīna.  

"Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang awal pertama berserah diri bulat-bulat (kepada Allah)".  

13 . Qul 'Innī 'Akhāfu 'In `Aşaytu Rabbī `Adhāba Yawmin `Ažīmin.  

Katakanlah lagi: "Sesungguhnya aku takut - jika aku menderhaka kepada Tuhanku - akan azab hari yang besar (soal jawabnya)".  

14 . Quli Allāha 'A`budu Mukhlişāan Lahu Dīnī.  

Katakanlah lagi: "Allah jualah yang aku sembah dengan mengikhlaskan amalan ugamaku kepadaNya.  

15 . Fā`budū Mā Shi'tum Min Dūnihi Qul 'Inna Al-Khāsirīna Al-Ladhīna Khasirū 'Anfusahum Wa 'Ahlīhim Yawma Al-Qiyāmati 'Alā Dhālika Huwa Al-Khusrānu Al-Mubīnu.  

"(Setelah kamu mengetahui pendirianku ini wahai kaum musyrik, dan kamu masih juga berdegil) maka sembahlah kamu apa yang kamu kehendaki, yang lain dari Allah, (kamu akan mengetahui akibatnya)". Katakanlah lagi: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi (dengan sebenar-benarnya) ialah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan pengikut-pengikutnya pada hari kiamat (dengan sebab perbuatan mereka memilih kekufuran atau kederhakaan). Ingatlah, yang demikian itulah kerugian yang jelas nyata."  

16 . Lahum Min Fawqihim Žulalun Mina An-Nāri Wa Min Taĥtihim Žulalun Dhālika Yukhawwifu Allāhu Bihi `Ibādahu Yā `Ibādi Fa Attaqūnī.  

Bagi mereka (yang kafir disediakan lapisan-lapisan dari api menyerkup di atas mereka, dan lapisan-lapisan (dari api) di bawah mereka; dengan (azab) yang demikian, Allah menakutkan hamba-hambaNya: "Oleh itu, bertaqwalah kepadaKu wahai hamba-hambaKu!"  

17 . Wa Al-Ladhīna Ajtanabū Aţ-Ţāghūta 'An Ya`budūhā Wa 'Anābū 'Ilaá Allāhi Lahum Al-Bushraá Fabashshir `Ibādi.  

Dan orang-orang yang menjauhi dirinya dari menyembah atau memuja Taghut serta mereka rujuk kembali taat bulat-bulat kepada Allah, mereka akan beroleh berita yang mengembirakan (sebaik-baik sahaja mereka mulai meninggal dunia); oleh itu gembirakanlah hamba-hambaKu -  

18 . Al-Ladhīna Yastami`ūna Al-Qawla Fayattabi`ūna 'Aĥsanahu 'Ūlā'ika Al-Ladhīna Hadāhumu Allāhu Wa 'Ūlā'ika Hum 'Ūlū Al-'Albābi.  

Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.  

19 . 'Afaman Ĥaqqa `Alayhi Kalimatu Al-`Adhābi 'Afa'anta Tunqidhu Man Fī An-Nāri.  

Maka adakah orang yang telah ditetapkan atasnya hukuman azab (disebabkan kekufurannya, sama seperti orang yang dijanjikan bergembira dengan balasan imannya? Sudah tentu tidak) ! Oleh itu adakah engkau berkuasa menyelamatkan orang yang (ditetapkan kekal) dalam neraka?  

20 . Lākin Al-Ladhīna Attaqaw Rabbahum Lahum Ghurafun Min Fawqihā Ghurafun Mabnīyatun Tajrī Min Taĥtihā Al-'Anhāru Wa`da Allāhi Lā Yukhlifu Allāhu Al-Mī`ād.  

Tetapi (sebaliknya) orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan mereka (dengan mengerjakan suruhanNya dan menjauhi laranganNya), dibina untuk mereka (di dalam Syurga) mahligai-mahligai yang tinggi bertingkat-tingkat, yang mengalir di bawahnya beberapa sungai. Demikianlah janji yang ditetapkan Allah; Allah tidak sekali-kali akan mengubah janji-janjiNya.  

21 . 'Alam Taraá 'Anna Allāha 'Anzala Mina As-Samā'i Mā'an Fasalakahu Yanābī`a Fī Al-'Arđi Thumma Yukhriju Bihi Zar`āan Mukhtalifāan 'Alwānuhu Thumma Yahīju Fatarāhu Muşfarrāan Thumma Yaj`aluhu Ĥuţāmāan 'Inna Fī Dhālika Ladhikraá Li'wlī Al-'Albābi.  

Tidakkah engkau memerhatikan, bahawa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu dialirkanNya menjadi matair-matair di bumi; kemudian Ia menumbuhkan dengan air itu tanaman-tanaman yang berbagai jenis dan warnanya; kemudian tanaman-tanaman itu bergerak segar (hingga ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatmu berupa kuning; kemudian Ia menjadikannya hancur bersepai? Sesungguhnya segala yang tersebut itu mengandungi peringatan yang menyedarkan orang-orang yang berakal sempurna.  

22 . 'Afaman Sharaĥa Allāhu Şadrahu Lil'islāmi Fahuwa `Alaá Nūrin Min Rabbihi Fawaylun Lilqāsiyati Qulūbuhum Min Dhikri Allāhi 'Ūlā'ika Fī Đalālin Mubīnin.  

Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu ia tetap berada dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata.  

23 . Allāhu Nazzala 'Aĥsana Al-Ĥadīthi Kitābāan Mutashābihāan Mathāniya Taqsha`irru Minhu Julūdu Al-Ladhīna Yakhshawna Rabbahum Thumma Talīnu Julūduhum Wa Qulūbuhum 'Ilaá Dhikri Allāhi Dhālika Hudaá Allāhi Yahdī Bihi Man Yashā'u Wa Man Yuđlili Allāhu Famā Lahu Min Hādin.  

Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu Kitab Suci Al-Quran yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah. Kitab Suci itulah hidayah petunjuk Allah; Allah memberi hidayah petunjuk dengan Al-Quran itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya); dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapa pun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.  

24 . 'Afaman Yattaqī Biwajhihi Sū'a Al-`Adhābi Yawma Al-Qiyāmati Wa Qīla Lilžžālimīna Dhūqū Mā Kuntum Taksibūna.  

Maka adakah orang yang menahan dengan mukanya akan (selaran) azab yang buruk pada hari kiamat (sama seperti orang yang terselamat)? Dan (pada saat itu) dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu: "Rasalah (balasan) apa yang kamu usahakan dahulu".  

25 . Kadhdhaba Al-Ladhīna Min Qablihim Fa'atāhum Al-`Adhābu Min Ĥaythu Lā Yash`urūna.  

(Ingatlah! Bahawa) orang-orang yang terdahulu dari mereka telah mendustakan (Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka), lalu orang-orang itu didatangi azab dari arah yang mereka tidak menyedarinya.  

26 . Fa'adhāqahum Allāhu Al-Khizya Fī Al-Ĥayāati Ad-Dunyā Wa La`adhābu Al-'Ākhirati 'Akbaru Law Kānū Ya`lamūna.  

Maka Allah merasakan mereka kehinaan dalam kehidupan dunia (dengan berbagai bala bencana), dan sesungguhnya azab seksa hari akhirat (yang disediakan untuk mereka) lebih besar lagi. Kalaulah mereka mengetahui (hakikat ini, tentulah mereka tidak mendustakan Rasul).  

27 . Wa Laqad Đarabnā Lilnnāsi Fī Hādhā Al-Qur'āni Min Kulli Mathalin La`allahum Yatadhakkarūna.  

Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengemukakan kepada umat manusia berbagai misal perbandingan dalam Al-Quran ini, supaya mereka mengambil peringatan dan pelajaran.  

28 . Qur'ānāan `Arabīyāan Ghayra Dhī `Iwajin La`allahum Yattaqūna.  

laitu Al-Quran yang berbahasa Arab, yang tidak mengandungi sebarang keterangan yang terpesong; supaya mereka bertaqwa.  

29 . Đaraba Allāhu Mathalāan Rajulāan Fīhi Shurakā'u Mutashākisūna Wa Rajulāan Salamāan Lirajulin Hal Yastawiyāni Mathalāan Al-Ĥamdu Lillāhi Bal 'Aktharuhum Lā Ya`lamūna.  

Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba lelaki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berkongsi yang bertentangan tabiat dan kemahuannya; dan seorang hamba lelaki yang lain hanya dimilik oleh seorang sahaja; adakah kedua-dua hamba itu sama keadaannya (Tentulah tidak sama). Ucaplah: "Alhamdulillah" (sebagai bersyukur terhadap penjelasan soal tauhid itu) bahkan kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid).  

30 . 'Innaka Mayyitun Wa 'Innahum Mayyitūna.  

Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati, dan sesungguhnya mereka juga akan mati.  

31 . Thumma 'Innakum Yawma Al-Qiyāmati `Inda Rabbikum Takhtaşimūna.  

Kemudian, sesungguhnya kamu semua, pada hari kiamat, akan bertengkar berhujah di hadapan Tuhan kamu.  

32 . Faman 'Ažlamu Mimman Kadhaba `Alaá Allāhi Wa Kadhdhaba Biş-Şidqi 'Idh Jā'ahu 'Alaysa Fī Jahannama Mathwan Lilkāfirīna.  

(Apabila berlaku yang demikian), maka nyatalah bahawa tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mereka-reka perkara-perkara yang dusta terhadap Allah, dan mendustakan kebenaran sebaik-baik sahaja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?  

33 . Wa Al-Ladhī Jā'a Biş-Şidqi Wa Şaddaqa Bihi 'Ūlā'ika Humu Al-Muttaqūna.  

Dan (nyatalah bahawa) yang membawa kebenaran (tauhid dan hukum ugama) serta ia (dan pengikut-pengikutnya) mengakui kebenarannya (dengan mematuhi hukum itu), mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.  

34 . Lahum Mā Yashā'ūna `Inda Rabbihim Dhālika Jazā'u Al-Muĥsinīna.  

Disediakan untuk mereka apa yang mereka kehendaki, di sisi Tuhan mereka; demikianlah balasan orang-orang yang berusaha memperbaiki amal perbuatannya.  

35 . Liyukaffira Allāhu `Anhum 'Aswa'a Al-Ladhī `Amilū Wa Yajziyahum 'Ajrahum Bi'aĥsani Al-Ladhī Kānū Ya`malūna.  

(Limpah kurnia yang demikian, diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa) kerana Allah hendak menghapuskan dari mereka (kalaulah ada) seburuk-buruk amal perbuatan yang mereka telah lakukan, serta membalas mereka, akan pahala mereka, dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.  

36 . 'Alaysa Allāhu Bikāfin `Abdahu Wa Yukhawwifūnaka Bial-Ladhīna Min Dūnihi Wa Man Yuđlil Allāhu Famā Lahu Min Hādin.  

Bukankah Allah cukup untuk mengawal dan melindungi hambaNya (yang bertaqwa)? Dan mereka menakutkanmu (wahai Muhammad) dengan yang mereka sembah yang lain dari Allah. Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.  

37 . Wa Man Yahdi Allāhu Famā Lahu Min Muđillin 'Alaysa Allāhu Bi`azīzin Dhī Antiqāmin.  

Dan sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan sebab pilihannya yang benar), maka tidak ada sesiapapun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Kuasa, lagi berhak membalas dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah)?  

38 . Wa La'in Sa'altahum Man Khalaqa As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Layaqūlunna Allāhu Qul 'Afara'aytum Mā Tad`ūna Min Dūni Allāhi 'In 'Arādaniya Allāhu Biđurrin Hal Hunna Kāshifātu Đurrihi 'Aw 'Arādanī Biraĥmatin Hal Hunna Mumsikātu Raĥmatihi Qul Ĥasbiya Allāhu `Alayhi Yatawakkalu Al-Mutawakkilūna.  

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang mencipta langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah (kepada mereka): "Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? Jika Allah hendak menimpakan daku dengan sesuatu bahaya, dapatkah mereka mengelakkan atau menghapuskan bahayaNya itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, dapatkah mereka menahan rahmatNya itu?" Katakanlah lagi: "Cukuplah bagiku: Allah (yang menolong dan memeliharaku); kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri".  

39 . Qul Yā Qawmi A`malū `Alaá Makānatikum 'Innī `Āmilun Fasawfa Ta`lamūna.  

Katakanlah: "Wahai kaumku (yang masih berdegil dalam kekufurannya)! Buatlah sedaya upaya kamu (untuk menentang ugama Islam yang aku sampaikan itu), sesungguhnya aku juga tetap berusaha dengan bersungguh-sungguh (untuk mengembangkannya); kemudian kamu akan mengetahui kelak -  

40 . Man Ya'tīhi `Adhābun Yukhzīhi Wa Yaĥillu `Alayhi `Adhābun Muqīmun.  

"Siapakah yang akan didatangi azab yang menghinakannya, serta akan ditimpakan kepadanya azab seksa yang berkekalan".  

41 . 'Innā 'Anzalnā `Alayka Al-Kitāba Lilnnāsi Bil-Ĥaqqi Famani Ahtadaá Falinafsihi Wa Man Đalla Fa'innamā Yađillu `Alayhā Wa Mā 'Anta `Alayhim Biwakīlin.  

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran yang menyatakan segala kebenaran (untuk menjadi panduan hidup) kepada umat manusia seluruhnya. Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beramal menurutnya), maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang sesat (tidak berpandu kepadanya), maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri; dan engkau (wahai Muhammad - hanyalah penyampai) bukanlah menjadi wakil yang menguasai (keadaan dan bawaan) mereka.  

42 . Allāhu Yatawaffaá Al-'Anfusa Ĥīna Mawtihā Wa A-Atī Lam Tamut Fī Manāmihā Fayumsiku Allatī Qađaá `Alayhā Al-Mawta Wa Yursilu Al-'Ukhraá 'Ilaá 'Ajalin Musamman 'Inna Fī Dhālika L'āyātin Liqawmin Yatafakkarūna.  

Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya).  

43 . 'Ami Attakhadhū Min Dūni Allāhi Shufa`ā'a Qul 'Awalaw Kānū Lā Yamlikūna Shay'āan Wa Lā Ya`qilūna.  

Patutkah mereka (yang musyrik) mengambil yang lain dari Allah menjadi pemberi syafaat? Bertanyalah (kepada mereka): "Dapatkah yang lain dari Allah memberi syafaat padahal semuanya tidak pula mengerti (sebarang apa pun)?"  

44 . Qul Lillāhi Ash-Shafā`atu Jamī`āan Lahu Mulku As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Thumma 'Ilayhi Turja`ūna.  

Katakanlah (wahai Muhammad): "Syafaat itu semuanya hak kepunyaan Allah; Dia lah Yang Menguasai segala urusan langit dan bumi; kemudian kamu akan dikembalikan kepadaNya (untuk menerima balasan)."  

45 . Wa 'Idhā Dhukira Allāhu Waĥdahu Ashma'azzat Qulūbu Al-Ladhīna Lā Yu'uminūna Bil-'Ākhirati Wa 'Idhā Dhukira Al-Ladhīna Min Dūnihi 'Idhā Hum Yastabshirūna.  

Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata (di dalam doa dan sebagainya), segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembira.  

46 . Qul Al-Lahumma Fāţira As-Samāwāti Wa Al-'Arđi `Ālima Al-Ghaybi Wa Ash-Shahādati 'Anta Taĥkumu Bayna `Ibādika Fī Mā Kānū Fīhi Yakhtalifūna.  

Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah jua yang mengadili di antara hamba-hambaMu, mengenai apa yang mereka sentiasa berselisihan padanya".  

47 . Wa Law 'Anna Lilladhīna Žalamū Mā Fī Al-'Arđi Jamī`āan Wa Mithlahu Ma`ahu Lāftadaw Bihi Min Sū'i Al-`Adhābi Yawma Al-Qiyāmati Wa Badā Lahum Mina Allāhi Mā Lam Yakūnū Yaĥtasibūna.  

Dan sekiranya orang-orang zalim itu mempunyai segala apa jua yang ada di bumi, disertai sebanyak itu lagi, tentulah mereka rela menebus diri mereka dengannya daripada azab seksa yang buruk pada hari kiamat, setelah jelas nyata kepada mereka dari (hukum) Allah, azab yang mereka tidak pernah fikirkan.  

48 . Wa Badā Lahum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa Ĥāqa Bihim Mā Kānū Bihi Yastahzi'ūn.  

Dan sudah tentu akan nyata kepada mereka keburukan perkara-perkara yang mereka telah usahakan, dan mereka akan diliputi oleh azab yang mereka telah ejek-ejek itu.  

49 . Fa'idhā Massa Al-'Insāna Đurrun Da`ānā Thumma 'Idhā Khawwalnāhu Ni`matan Minnā Qāla 'Innamā 'Ūtītuhu `Alaá `Ilmin Bal Hiya Fitnatun Wa Lakinna 'Aktharahum Lā Ya`lamūna.  

Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu).  

50 . Qad Qālahā Al-Ladhīna Min Qablihim Famā 'Aghnaá `Anhum Mā Kānū Yaksibūna.  

Sebenarnya orang-orang yang terdahulu daripada mereka telah juga mengatakan yang demikian maka segala yang mereka usahakan itu tidak dapat menyelamatkan mereka (dari azab Allah).  

51 . Fa'aşābahum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa Al-Ladhīna Žalamū Min Hā'uulā' Sayuşībuhum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa Mā Hum Bimu`jizīna.  

Lalu mereka ditimpa keburukan padah perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan; dan orang-orang yang zalim di antara golongan (yang musyrik) ini akan ditimpa juga akibat buruk perbuatan-perbuatan buruk perbuatan jahat yang mereka lakukan, dan mereka tidak akan dapat melepaskan diri.  

52 . 'Awalam Ya`lamū 'Anna Allāha Yabsuţu Ar-Rizqa Liman Yashā'u Wa Yaqdiru 'Inna Fī Dhālika L'āyātin Liqawmin Yu'uminūna.  

(Mengapa mereka mendakwa demikian), tidakkah mereka mengetahui bahawa sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Ia juga yang menyempitkannya? Sesungguhnya yang demikian mengandungi keterangan-keterangan yang jelas bagi orang-orang yang percayakan (ilmu dan kebijaksanaan Allah).  

53 . Qul Yā `Ibādī Al-Ladhīna 'Asrafū `Alaá 'Anfusihim Lā Taqnaţū Min Raĥmati Allāhi 'Inna Allāha Yaghfiru Adh-Dhunūba Jamī`āan 'Innahu Huwa Al-Ghafūru Ar-Raĥīmu.  

Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.  

54 . Wa 'Anībū 'Ilaá Rabbikum Wa 'Aslimū Lahu Min Qabli 'An Ya'tiyakumu Al-`Adhābu Thumma Lā Tunşarūna.  

"Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu dengan bertaubat, serta berserah bulat-bulat kepadaNya, sebelum kamu didatangi azab; kerana sesudah itu kamu tidak akan diberikan pertolongan.  

55 . Wa Attabi`ū 'Aĥsana Mā 'Unzila 'Ilaykum Min Rabbikum Min Qabli 'An Ya'tiyakumu Al-`Adhābu Baghtatan Wa 'Antum Lā Tash`urūna.  

"Dan turutlah - Al-Quran - sebaik-baik. (panduan hidup) yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu, sebelum kamu didatangi azab secara mengejut, sedang kamu tidak menyedarinya.  

56 . 'An Taqūla Nafsun Yā Ĥasratā `Alaá Mā Farraţtu Fī Janbi Allāhi Wa 'In Kuntu Lamina As-Sākhirīna.  

"(Diperintahkan demikian) supaya jangan seseorang (menyesal dengan) berkata: ` sungguh besar sesal dan kecewaku kerana aku telah mencuaikan kewajipan-kewajipanku terhadap Allah serta aku telah menjadi dari orang-orang yang sungguh memperolok-olokkan (ugama Allah dan penganut-penganutnya)! -  

57 . 'Aw Taqūla Law 'Anna Allāha Hadānī Lakuntu Mina Al-Muttaqīna.  

"Atau berkata: ` Kalaulah Allah memberi hidayah petunjuk kepadaku, tentulah aku telah menjadi dari orang-orang yang bertaqwa ! ' -  

58 . 'Aw Taqūla Ĥīna Taraá Al-`Adhāba Law 'Anna Lī Karratan Fa'akūna Mina Al-Muĥsinīna.  

"Atau berkata semasa ia melihat azab: ` Kalaulah aku dapat kembali ke dunia, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang mengerjakan kebaikan!"  

59 . Balaá Qad Jā'atka 'Āyātī Fakadhdhabta Bihā Wa Astakbarta Wa Kunta Mina Al-Kāfirīna.  

(Kata-kata yang tersebut ditolak oleh Allah dengan firmanNya): "Bahkan telahpun datang kepadamu ayat-ayat petunjukKu (melalui RasulKu), maka engkau telah mendustakannya serta engkau berlaku sombong angkuh mengenainya, dan engkau telah menjadikan dirimu dari orang-orang yang kufur ingkar!"  

60 . Wa Yawma Al-Qiyāmati Taraá Al-Ladhīna Kadhabū `Alaá Allāhi Wujūhuhum Muswaddatun 'Alaysa Fī Jahannama Mathwan Lilmutakabbirīna.  

Dan pada hari kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berdusta terhadap Allah (dan yang menyatakan kesedihan itu) - muka mereka hitam legam; bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong takbur?  

61 . Wa Yunajjī Allāhu Al-Ladhīna Attaqaw Bimafāzatihim Lā Yamassuhumu As-Sū'u Wa Lā Hum Yaĥzanūna.  

Dan (sebaliknya) Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa (yang menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan maksiat) dengan mereka mendapat kemenangan besar (keredaan Allah) mereka tidak akan disentuh sesuatu yang buruk, dan tidak akan berdukacita.  

62 . Allāhu Khāliqu Kulli Shay'in Wa Huwa `Alaá Kulli Shay'in Wa Kīlun.  

Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanya.  

63 . Lahu Maqālīdu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Al-Ladhīna Kafarū Bi'āyāti Allāhi 'Ūlā'ika Humu Al-Khāsirūna.  

Dia sahajalah yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; (orang-orang yang percayakan yang demikian beruntunglah) dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah yang jelas nyata itu, mereka itulah orang-orang yang paling rugi.  

64 . Qul 'Afaghayra Allāhi Ta'murūnnī 'A`budu 'Ayyuhā Al-Jāhilūna.  

Katakanlah (wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu: "Sesudah jelas dalil-dalil keesaan Allah yang demikian), patutkah kamu menyuruhku menyembah atau memuja yang lain dari Allah, hai orang-orang yang jahil?"  

65 . Wa Laqad 'Ūĥiya 'Ilayka Wa 'Ilaá Al-Ladhīna Min Qablika La'in 'Ashrakta Layaĥbaţanna `Amaluka Wa Latakūnanna Mina Al-Khāsirīna.  

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada Nabi-nabi yang terdahulu daripadamu: "Demi sesungguhnya! jika engkau (dan pengikut-pengikutmu) mempersekutukan (sesuatu yang lain dengan Allah) tentulah akan gugur amalmu, dan engkau akan tetap menjadi dari orang-orang yang rugi.  

66 . Bal Allāha Fā`bud Wa Kun Mina Ash-Shākirīna.  

"(Janganlah menyembah yang lain dari Allah) bahkan (apabila beribadat) maka hendaklah engkau menyembah Allah semata-mata, dan hendaklah engkau menjadi dari orang-orang yang bersyukur".  

67 . Wa Mā Qadarū Allāha Ĥaqqa Qadrihi Wa Al-'Arđu Jamī`āan Qabđatuhu Yawma Al-Qiyāmati Wa As-Samāwātu Maţwīyātun Biyamīnihi Subĥānahu Wa Ta`ālaá `Ammā Yushrikūna.  

Dan mereka (yang musyrik) tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang sewajibnya diberikan kepadaNya, sedang bumi seluruhnya - pada hari kiamat - dalam genggaman kuasaNya, dan langit tergulung dengan kekuasaanNya. Maha Sucilah Ia dan Tertinggi keadaanNya dari apa yang mereka sekutukan.  

68 . Wa Nufikha Fī Aş-Şūri Faşa`iqa Man Fī As-Samāwāti Wa Man Fī Al-'Arđi 'Illā Man Shā'a Allāhu Thumma Nufikha Fīhi 'Ukhraá Fa'idhā Hum Qiyāmun Yanžurūna.  

Dan sudah tentu akan ditiup sangkakala, maka pada waktu itu matilah makhluk-makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi, kecuali sesiapa yang dikehendaki Allah (terkemudian matinya); kemudian ditiup sangkakala sekali lagi, maka dengan serta merta mereka bangun berdiri menunggu (kesudahan masing-masing).  

69 . Wa 'Ashraqati Al-'Arđu Binūri Rabbihā Wa Wuđi`a Al-Kitābu Wa Jī'a Bin-Nabīyīna Wa Ash-Shuhadā'i Wa Quđiya Baynahum Bil-Ĥaqqi Wa Hum Lā Yužlamūna.  

Dan akan bersinar terang-benderanglah bumi (hari akhirat) dengan cahaya Tuhannya; dan akan diberikan Kitab suratan amal (untuk dibicarakan); dan akan dibawa Nabi-nabi serta saksi-saksi; dan akan dihakimi di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.  

70 . Wa Wuffiyat Kullu Nafsin Mā `Amilat Wa Huwa 'A`lamu Bimā Yaf`alūna.  

Dan akan disempurnakan bagi tiap-tiap seorang - balasan apa yang telah dikerjakannya, dan Allah lebih mengetahui akan apa yang mereka telah lakukan.  

71 . Wa Sīqa Al-Ladhīna Kafarū 'Ilaá Jahannama Zumarāan Ĥattaá 'Idhā Jā'ūhā Futiĥat 'Abwābuhā Wa Qāla Lahum Khazanatuhā 'Alam Ya'tikum Rusulun Minkum Yatlūna `Alaykum 'Āyāti Rabbikum Wa Yundhirūnakum Liqā'a Yawmikum Hādhā Qālū Balaá Wa Lakin Ĥaqqat Kalimatu Al-`Adhābi `Alaá Al-Kāfirīna.  

Dan orang-orang kafir akan dihalau ke neraka Jahannam dengan berpasuk-pasukan, sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka: Bukankah telah datang kepada kamu Rasul-rasul dari kalangan kamu sendiri, yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Tuhan kamu dan memperingatkan kamu akan pertemuan hari kamu ini?" Mereka menjawab: "Ya, telah datang! Tetapi telah ditetapkan hukuman azab atas orang-orang yang kafir.  

72 . Qīla Adkhulū 'Abwāba Jahannama Khālidīna Fīhā Fabi'sa Mathwaá Al-Mutakabbirīna.  

(Setelah itu) dikatakan kepada mereka: "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu dengan keadaan tinggal kekal kamu di dalamnya; maka seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong takbur ialah neraka Jahannam.  

73 . Wa Sīqa Al-Ladhīna Attaqaw Rabbahum 'Ilaá Al-Jannati Zumarāan Ĥattaá 'Idhā Jā'ūhā Wa Futiĥat 'Abwābuhā Wa Qāla Lahum Khazanatuhā Salāmun `Alaykum Ţibtum Fādkhulūhā Khālidīna.  

Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan mereka akan dibawa ke Syurga dengan berpasuk-pasukan, sehingga apabila mereka sampai ke Syurga yang pintu-pintunya sedia terbuka dan penjaga-penjaganya mengalu-alukan mereka dengan kata-kata:" Salam sejahtera kepada kamu, berbahagialah kamu, maka silalah masuk ke dalam Syurga ini dengan keadaan tinggal kekal di dalamnya" (mereka pun masuk) -  

74 . Wa Qālū Al-Ĥamdu Lillāhi Al-Ladhī Şadaqanā Wa`dahu Wa 'Awrathanā Al-'Arđa Natabawwa'u Mina Al-Jannati Ĥaythu Nashā'u Fani`ma 'Ajru Al-`Āmilīna.  

Serta mereka berkata:" Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menepati janjiNya kepada kami, dan yang menjadikan kami mewarisi bumi Syurga ini dengan sebebas-bebasnya, kami boleh mengambil tempat dari Syurga ini di mana sahaja kami sukai; maka pemberian yang demikian ialah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal".  

75 . Wa Taraá Al-Malā'ikata Ĥāffīna Min Ĥawli Al-`Arshi Yusabbiĥūna Biĥamdi Rabbihim Wa Quđiya Baynahum Bil-Ĥaqqi Wa Qīla Al-Ĥamdu Lillāhi Rabbi Al-`Ālamīna.  

Dan (pada hari itu) engkau akan melihat malaikat beredar di sekeliling Arasy dengan bertasbih memuji Tuhan mereka, serta mereka dihakimi dengan adil; dan (masing-masing bersyukur akan keputusan itu dengan) mengucapkan: "Segala puji tertentu bagi Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam!"  

0 Responses to "039 - سورة الزمر (Rombongan-rombongan)"