Doa


Doa Selepas Membaca Al-Quran/Khatam Quran




Maksudnya :
"Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Quran. Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkan kami apa yang kami lupa, dan ajarkan kami apa yang kami jahil. Kurniakanlah kepada kami agar dapat membacanya pada waktu malam dan pada waktu siang. Jadikanlah ia perisai kami, wahai Tuhan sekelian alam."

Doa-doa Pillihan Dipetik Daripada Al-Quran

Surah 002 -  سورة البقرة (Sapi Betina)

Ayat 200-202



200 . Fa'idhā Qađaytum Manāsikakum Fādhkurū Allāha Kadhikrikum 'Ābā'akum 'Aw 'Ashadda Dhikrāan Famina An-Nāsi Man Yaqūlu Rabbanā 'Ātinā Fī Ad-Dunyā Wa Mā Lahu Fī Al-'Ākhirati Min Khalāqin.



Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan amalan ibadat Haji kamu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebut dan mengingati Allah (dengan membesarkanNya) sebagaimana kamu dahulu menyebut-nyebut (memuji-muji) datuk nenek kamu, bahkan dengan sebutan yang lebih lagi. Dalam pada itu, ada di antara manusia yang (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan) di dunia". (orang-orang ini diberikan kebaikan di dunia) dan tidak ada baginya sedikitpun kebaikan di akhirat.


201 . Wa Minhum Man Yaqūlu Rabbanā 'Ātinā Fī Ad-Dunyā Ĥasanatan Wa Fī Al-'Ākhirati Ĥasanatan Wa Qinā `Adhāba An-Nāri.



Dan di antara mereka pula ada yang (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka".


202 . 'Ūlā'ika Lahum Naşībun Mimmā Kasabū Wa Allāhu Sarī`u Al-Ĥisābi.



Mereka itulah yang akan mendapat bahagian yang baik dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah amat cepat hitunganNya.


Surah 021 - سورة الأنبياء (Nabi-nabi)

Ayat 87 (Doa Nabi Yunus)


87 . Wa Dhā An-Nūni 'Idh Dhahaba Mughāđibāan Fažanna 'An Lan Naqdira `Alayhi Fanādaá Fī Až-Žulumāti 'An Lā 'Ilāha 'Illā 'Anta Subĥānaka 'Innī Kuntu Mina Až-Žālimīna.



Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka ia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: "Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri".